Kamis, 05 Mei 2011

Sejarah perkembangan tasawuf

Amir Syukur dalam karyanya “menggugat tasawuf” membagi periodisasi sejarah perkembangan tasawuf menjadi lima masa,yaitu masa pembentukan,masa pengembangan,masa konsolidasi,masa falsafi,dan masa pemurnian.
1. Masa pembentukan
Dalam abad ke-1 Hijriah bagian kedua,lahirlah Hasan Bashri (wafat 110 H) dengan ajaran khaufnya,mempertebal takut kepada Tuhan,begitu juga tampil kemuka guru-guru yang lain yang dinamakan qari’,mengadakan gerakan memperbaruhi gerakan hidup kerohanian di kalangan kaum muslimin.Sebenarnya bibit tasawuf sudah ada sejak itu,garis-garis besar mengenai thariq atau jalan beribadah sudah mulai disusun,dalam ajaran-ajaran yang dikemukakan disana-sini sudah mulai dianjurkan mengurangi makan (ju’),menjauhkan diri dari keramaian duniawi (zuhud),mencela dunia (dzimmu ad-dunya),seperti harta,keluarga,kedudukan.
Kemudian pada akhir abad ke-1 H,Hasan Bashri diikuti Rabi’ah al-adawiyah (wafat 185 H) yang terkenal dengan cintannya.selanjutnya pada abad ke-2 H,tasawuf tidak banyak berbeda dengan abad sebelumnya,yakni sama dengan corak ke-zuhudan-nya,meskipun penyebabnya berbeda.
2. Masa pengembangan
Tasawuf pada abad ke-3 H dan ke-4 H sudah mempunyai corak yang berbeda sekali dengan tasawuf sebelumnya.Pada abad ini tasawuf sudah ke-fana’an yang menjurus ke persatuan (hamba dengan kholiq).orang sudah ramai membicarakan tentang : a) lenyap dan kecintaan (fana’ fi al- mahbub),b) bersatu dengan kecintaan (ittihat bi al-mahbub),c) kekal dengan Tuhan, melihat Tuhan (musyahadah),d)bertemu dengan-Nya (liqo’),dan e) menjadi satu dengan-Nya (‘ainu al-jama’) seperti yang diungkapkan Abu Yazid Al-Bushtami (261 H),dengan teriakan:’ Ana al-haq (sayalah yang hak itu),atau hulul (kemasukan Tuhan) sebagai di kemukakan oleh al-hallaj.
3. Masa konsolidasi
Masa konsolidasi terjadi pada abad ke-5.pada masa ini ditandai adanya kompetisi dan petarungan antara “tasawuf semi falsafi” dan “tasawuf sunni”.pertarungan dimenangkan tasawuf sunni.dan berkembang dengan pesat,sedangkan tasawuf semi falsafi tenggelam dan hilang serta muncul kembali pada abad ke-6 H dalam bentuk yang berbeda.kemenangan tasawuf sunni dalam catatan sejarah,karena aliran teologi ahli sunah waljamaah yang dipelopori oleh Abu Hasan al asy’ary (wafat 324 H) yang mengkritik teori Abu Yazid al-Bushtami dan al-hallaj,sebagaimana tertuang dalam syathahiyat yang tampaknya bertentangan dengankaidah dan akidah dalam islam.Oleh karena itu,tasawuf pada masa ini cenderung mengandakan pembaharuan atau menurut istilah annemarie schimmel dengan periode konsolidasi,yaitu periode yang ditandai pemantapan dan pengembalian tasawuf ke landasa,alqur’an dan hadis.
4. Masa Falsafi
Tasawuf filosofis muncul dengan jelas dalam khazanah islam sejak abad ke-6 H,meskipun tokohnya baru dikenal seabad kemudian.Ciri tasawuf pada abad ke-6 H adalah tasawuf yang bercampur dengan ajaran filsafat,kompromi ,dan pemakaian term-term filsafat yang maknanya disesuaikan dengan tasawuf.Oleh karena itu,tasawuf yang berbau filsafat ini tidak sepenuhnya bisa dikatakan tasawuf adan juga tidak bisa dikatakan sebagai filsafat,dan di istilahkan dengan tasawuf tasawuf falsafi kar ena,satu pihak memakai term-term filsafat,namun dilain pihak memakai metode pendekatan terhadap Tuhan memakai dzauq/instuisi/wujdan(rasa).pemaduan antara tasawuf dan filsafat dengan sendirinya telah membuat ajaran-ajaran tasawuf filosofis bercampur dengan sejumlah ajaran filsafat diluar islam seperti Yunani,Persia,India,dan agama nasrani,orisinalnya sebagai tasawuf tetap tidak hilang.
5. Masa Pemurnian
Pada masa ini juga terlihat adanya tanda-tanda keruntuhan dan penyelewengan serta skandal melanda,akibatnya ancaman kehancuran reputasi tasawuf tidak dapat dielakkan lagi,dengan adanya legenda keajaiban dikaitkan dengan tokoh-tokoh sufi.Dengan mudah dapat dikatan bahwa tasawuf masa kini ditandai dengan bid’ah,khurafat,mengabaikan syariat dan hukum moral dan penghinaan terhadap ilmu pengetahuan,berbentengan diri dari dukungan awam untuk menghindari dari rasionalitas,dengan menampilkan amalan yang irrasional,azimat,dan ramalan serta kekuatan goib ditonjolkan.dengan kondisi demikian muncul Ibnu Taimiyah yang dengan tegas menyerang penyelewengan kaum sufi tersebut.kepercayaan yang menyeleweng diluruskan,seperti kepercayan kepada wali,khurafat dan bentuk-bentuk bid’ah pada umumnya.Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa wali (kekasih Allah) adalah orang yang berperilaku baik (sholih),dan konsisten dengan syariat islamiyah.

Pengertian Masail Fiqhiyah

Masail merupakan jama' taksir dalam bahasa arab dari kata masalah;yang artinya perkara (persoalan).Badudu dan Muhammad Zain menyebutkan masalah dengan persoalan,problem dan perkara. Fiqhiyah yang artinya pemahaman yang mendalam tentang hukum-hukum islam.Jadi rangkaian kata masail fiqhiyah,jadi persoalan hukum islam yang selalu dihadapi oleh umat islam,sehingga mereka beraktifitas dalam kehidupan sehari-hari,selalu bersikap dan berperilaku sesuai tuntunan islam.

Uswah Hasanah

Al-Uswah hasanah adalah teladan yang baik atau indah.
Nabi Muhammad merupakan teladan yang baik.Dalam kajian tasawuf,Nabi Muhammad merupakan manusia yang memiliki derajad kedekatan (al-Qurb) dan manusia mampu bergantung pada sikap dan usaha dalam mencapai derajad kedekatan.Untuk mendekatkan Allah,sang hamba haruslah berjunpa lebih dulu dengan Nabi Muhammmad saw,perjumpaan ini merupakan sebuah misteri.Nabi Muhammad sebagai uswah hasanah,menjadi hakikat batin sang hamba melalui penyingkapan hakikat Muhammad saw (Al-Haqiqah Al-muhammadiyyah)